Klinik Kopi tidak menjual kopi secepat tempat lain — di sini kopi diseduh satu per satu, dengan biji yang berganti tiap hari dan tanpa daftar harga yang kaku. Pepeng, sang peracik, lebih sering mengajak ngobrol soal asal biji ketimbang sekadar menyajikan. Tempatnya kecil, jam bukanya pendek, dan justru itu yang membuatnya jadi rujukan. Sejak muncul di layar lewat AADC2, namanya melekat sebagai titik nol kultur specialty Jogja. Datang tanpa terburu-buru, atau jangan datang sama sekali. --- photos courtesy : berbagai sumber
Coffeeshop lain yang mungkin kamu suka